Merayakan Hari-hari Terakhir di Kampus


suasana fakultas paska ditinggal KKN dan pulkam


Saya tidak pernah menghabiskan waktu di kampus lantaran memiliki ikatan emosional yang tidak begitu baik dengan kampus. Namun, karena saya membutuhkan tempat yang tenang, koneksi WiFi lancar, terdapat tanaman hijau, dekat dengan musholla, bisa minum air putih gratis, dengan colokan listrik yang melimpah, akhirnya saya mau tidak mau kembali juga ke kampus (tepatnya ke fakultas). Lagi pula ini hari-hari terakhir saya sebelum saya bertaubat dan memutuskan untuk segera lulus sebelum di-DO. Tidak banyak memang yang bisa diharapkan kepada kampus yang terus mempertinggi biaya mahasiswa untuk menuntut ilmu di dalamnya.
Selama kembali ke kampus, tentu saja saya dikelilingi oleh adik tingkat (kawan seangkatan udah pada lulus hhhhh). Saya disadarkan bahwa generasi adik tingkat saya berbeda jauh dengan saya. Kesadaran ini datang saat saya berusaha mengerjakan skripsi dan berbagi tempat duduk bersama mereka yang sedang menghadapi ujian akhir semester. Mereka ramai memperbincangkan tugas dan memanfaatkan sebaik-baiknya google sebagai mesin pencari utama. 

Padahal pada masa saya kuliah, sumber rujukan utama tetap buku, bukan google. Lalu generasi ini mudah sekali bosan, sehingga ketika tidak tertarik dengan pembicaraan dosen, mereka akan sibuk dengan gawai masing-masing. Namun, tidak dapat dipungkiri, pengetahuan mereka jelas lebih maju dari pada pengetahuan saya, karena mereka sangat aktif menyerap informasi dari berbagai platform online dan offline. Mereka tentunya juga lulus lebih cepat dari saya dan mendapatkan gelar cumlaude karena IPK yang memuaskan. Belum lagi adik tingkat jurusan yang sudah melanglang buana jauh dari pada kepergian saya dalam rangka penelitian.

Prestasi dan pengalaman para generasi Y ini memang sulit untuk ditandingi oleh saya yang berasal dari generasi kartun Dragon Ball. Saya sempat minder karena sebagai kakak tingkat tidak memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Tapi, untuk apa merisaukan jalan orang lain?  Lebih baik merayakan hari-hari terakhir di kampus dengan berkontemplasi sambil digigit nyamuk kebun yang banyak banget jumlahnya, menikmati semilir angin langsung dari pohon, hijaunya rerumputan, dan ketenangan fakultas yang tiada tara sebelum akhirnya saya tinggalkan (harus banget ditinggalkan).



NB: ditulis sambil ketar-ketir menghadapi deadline skripsi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Catatan KKN di Jikotamo, Pulau Obi

Drama India dan Imajinasi Tentang Ibu Mertua

Remaja Perempuan dan Organisasi Desa: Cerita dari RW 55 Krapyak