Drama India dan Imajinasi Tentang Ibu Mertua


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

gambar dari google

belum lama ini saya menetap di sebuah desa di Pulau Sumatera. saya mencoba menghibur diri di desa dengan menonton drama india di televisi bersama ibu-ibu lainnya di rumah mereka. sebab drama india dengan ratusan episode ini tren terbaru, setelah tren drama turki yang mengalahkan drama-nya sinetron Tukang Bubur Naik Haji. saya pun jadi larut dengan kisah-kisah yang dituturkan drama india sambil sesekali menikmati komentar ibu-ibu terhadap dramanya.



menonton drama india di ujung usia remaja saya, mengingatkan saya pada masa kecil saya yang dipenuhi citra sahrukh khan dan kajool, dua sosok pasangan yang eyegasm sebelum saya mengenal ke-elokan Emma Watson dalam Beauty and The Beast dan ke-tampanan Joseph Gordon Levit dalam 500 Days of Summer. diikuti bunga-bunga keintiman gerak tari antara laki-laki dan perempuan yang berbeda dan tak kan mampu digantikan adegan ciuman dalam drama Korea manapun.

namun, ada satu hal yang membekas dipedalaman saya yang tumbuh besar dengan drama india: sosok ibu mertua yang jahat. kejahatan ibu mertua dan intrik perebutan harta ini sungguh membuat saya menggigil lahir batin. saya tidak peduli printilan kejahatan di televisi adalah bumbu untuk menyedapkan drama. bagi saya, bercita-cita tidak akan menikahi laki-laki yang ibunya jahat adalah mutlak, sebelum saya sempat memikirkan cita-cita untuk menjadi dokter.

citra ibu mertua yang jahat ini sesungguhnya menghantui saya, hingga ketika saya hendak memutuskan untuk mencintai laki-laki. saat menjalin hubungan dengan laki-laki, saya paling menghindari bertemu ibunya. bahkan malam pertama dan bulan madu tidak akan dilalui dengan tenang sebelum memastikan ibu mertua saya tidak jahat. hingga taraf ketakutan tertentu, saudara saya bertekad untuk tidak mencari laki-laki yang memiliki hubungan yang erat dengan ibunya.

ketakutan lainnya membuat guru saya berkata di depan murid-muridnya, "besok kalau kalian sudah menikah, berapapun uang yang kalian punya, lebih baik langsung ngontrak aja kalau belum bisa beli rumah, dari pada kalian harus tinggal dengan mertua. kalian harus mandiri!"

bagi kalian yang laki-laki, pernah gak kepikiran sebelum memutuskan untuk menikah dengan perempuan pilihanmu, apakah ibumu akan menjadi ibu mertua yang jahat bagi istrimu kelak? kalau belum, coba sima kriteria ibu mertua yang jahat menurut drama india dan drama pernikahan kawan-kawan saya (ala-ala hipwee):


  1. ibu yang memaksa bahwa menantunya harus bisa memasak. jika menantunya tidak bisa memasak maka dia akan menceritakan ke seluruh anggota keluarga bahwa menantunya sangat payah. padahal ia lupa bahwa semestinya anak laki-lakinya juga harus bisa memasak karena memasak bukan perkara kodrati.
  2. ibu yang menjadikan menantu seolah pembantu rumah tangga yang harus membersihkan rumah seperti cleaning service. sehingga ketika rumah tidak bersih mengkilat, beliau akan mengata-ngatai menantunya tentang ketidakmampuannya membersihkan rumah. padahal ia lupa bahwa menjaga kebersihan rumah adalah tanggung jawab anak laki-lakinya juga.
  3. ibu yang berlebihan dalam mengomentari pola asuh menantunya terhadap cucunya, seolah beliau yang paling ahli dalam dunia parenting. ini menjatuhkan mental menantunya dalam proses mengasuh anak yang sedang dibangun perlahan.
  4. ibu yang membiarkan anak laki-lakinya tidak mengasuh anak-anaknya, dan memasrahkan pola asuh hanya kepada menantunya. padahal urusan mengasuh anak adalah urusan bersama, sebab anak sangat membutuhkan sosok ayah bukan sekedar sebagai pemberi uang makan. 
  5. ibu yang terlalu membela kesalahan anak laki-lakinya, padahal jelas anak laki-lakinya punya andil dalam masalah yang terjadi. sehingga terus memojokkan posisi menantunya yang tidak salah.
  6. ibu yang memaksakan kemandulan ada di pihak perempuan, padahal sperma anak laki-lakinya yang tidak prima juga punya andil dalam sulitnya memiliki keturunan.
  7. ibu yang karena menantunya mandul kemudian tega menyuruh anak laki-lakinya untuk menikah lagi dengan perempuan lain, demi mendapatkan cucu. atau justru tega untuk menyuruh menantunya bercerai dengan anak laki-lakinya karena mandul, setelah sebelumnya menceritakan ke keluarga besar bahwa menantunya mandul dan tidak berguna.
  8. ibu yang memaksakan menantunya punya anak dalam waktu singkat, padahal menantunya belum siap untuk punya anak. sehingga ketika punya anak, menantunya mengalami sindrom baby blue dan depresi. sementara itu anak laki-lakinya tidak pernah dididik sama sekali untuk membantu menantunya dalam proses hamil dan persalinan.
  9. ibu yang tidak memahami sindrom ketakutan memiliki anak paska melahirkan (saya lupa nama ilmiah sindromnya), sehingga menganggap remeh depresi akut yang dialami menantunya dengan berkata, "ah kamu berlebihan. siapa sih yang gak senang kalau punya anak?". sementara itu anak laki-lakinya juga ikut meremehkan depresi istrinya.
  10. ibu yang membiarkan anak laki-lakinya melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap menantunya, baik kekerasan fisik, psikis, verbal dan seksual.
  11. ibu yang selalu membuat menantunya selalu salah bahkan di depan anak laki-lakinya. apa saja yang dilakukan menantunya dikomentari dan disalahkan, seolah tidak ada hal yang benar yang dapat dilakukan.
  12. ibu yang tidak bisa menerima kondisi ekonomi keluarga menantunya.
  13. ibu yang tidak bisa menerima kondisi fisik menantunya, apakah itu tidak feminim, tidak cantik, tidak tinggi, tidak kurus, atau tidak putih.
  14. ibu yang membuat menantunya harus berebutan harta warisan keluarganya, sehingga membuat menantunya harus bermusuhan dengan keluarganya sendiri.
  15. ibu yang memaksa menantunya harus sangat patuh terhadap anak laki-lakinya, padahal anak laki-lakinya tidak pernah mendengarkan atau membiarkan menantunya menyuarakan keinginannya. 
  16. ibu yang tidak mendorong menantunya untuk mengeksplorasi bakatnya dan keinginannya untuk berdaya, sehingga menantunya mampu mandiri secara pemikiran dan ekonomi.
  17. ibu yang selalu menyebarkan berita hoax dari grup whatsapp sebelah sehingga memecah belah keluarga.
  18. .....

tunggu dulu, kenapa semakin lama semakin banyak ya kriteria ibu mertua yang jahat? apakah ini terlalu mengada-ngada, penuh imajinasi, dan berlebihan? silakan cek dengan kondisi yang ada di lingkungan sekitarmu, sebab bisa jadi ibu mertuamu tidak jahat, tetapi ibu mertua tetanggamu jahat. atau justru ibumu akan menjadi ibu mertua yang jahat?

hmm, ternyata pelik juga ya kehidupan rumah tangga (apalagi rumah tangganya drama india) dengan ibu mertua sebagai sebuah entitas yang tidak dapat dihilangkan di dalamnya. sebab menikah, katanya tidak hanya menikahi lelakimu/perempuanmu, tetapi juga menikahi keluarga lelakimu/perempuanmu, termasuk 'menikahi' ibu mertuamu. dan ternyata drama india sangat mampu membantumu untuk antisipasi dalam proses pencarian ibu mertua yang cocok dengan dirimu. sebab jika kamu sudah mencintai laki-laki yang mau hidup denganmu, belum tentu kamu dapat mencintai perempuan yang tidak mau hidup denganmu, yakni ibu mertuamu.

jadi, bagaimana kriteria ibu mertua yang baik menurutmu? sudahkah kamu menemukannya? jika belum, hingga kini saluran televisi kita masih menyiarkan drama india lho! hahaha.


صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد - صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

Komentar

  1. very informative post for me as I am always looking for new content that can help me and my knowledge grow better.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Catatan KKN di Jikotamo, Pulau Obi

Remaja Perempuan dan Organisasi Desa: Cerita dari RW 55 Krapyak