Melalui 2017 dengan Mengetahui Lebih Banyak


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

gambar dari google

Beberapa waktu belakangan saya diserang rasa tidak percaya diri akut. Lalu saya mau mencoba untuk tidak posting apapun di media sosial. Mencoba ala-ala anak berprestasi yang gak pernah menggunakan media sosial secara alay. Ternyata gak bisa, karena posting di media sosial itu terapi bagi psikis saya (alesan banget). Maka, hadirlah tulisan perdana di tahun 2017 ini.

Di tengah serangan rasa tidak percaya diri, saya mencoba memanggil kembali ingatan saya yang telah lalu. Niatnya untuk mencari obat, berupa prestasi yang bisa dibanggakan diri sendiri. Namun karena takut menjurus kepada kesombongan daripada menginspirasi #uhuk, pun karena saya ternyata bukan tipe anak yang berprestasi, jadilah saya menghibur diri sendiri dengan rasa syukur yang diada-adakan. Kan memang sulit sekali membuat rasa bersyukur itu tiba-tiba ada?

Akhir-akhir ini bagi saya bukan hanya bersyukur yang sulit. Semuanya menjadi sulit!

Barangkali memang umur yang menua yang membuat segalanya sulit. Karena bisa jadi saya telah mengetahui dan melalui banyak hal seiring umur yang terus bertambah. Bukan tentang mengetahui rumus fisika terbaru, penemuan science terbaru, kabar berita paling update, atau gosip terbaru di masyarakat. Bukan sekedar pengetahuan akan sesuatu yang sangat terukur. Bukan kepandaian yang mampu dibanggakan.

Ia adalah apa yang bertambah di ingatan tentang pengalaman-pengalaman. Bisa jadi bagi orang lain sebenarnya saya tidak bertambah tahu atau pintar. Sedangkan diri saya tahu betul bahwa semua yang sudah saya alami adalah bagian dari penanggungan penambahan pengetahuan yang melelahkan.

Rasa lelah yang membuat kita ingin mengisolasi diri. Agar tidak mengalami interaksi yang membuat mungkin penambahan pengetahuan terjadi. Pun tidak ada desakan untuk menjadi pandai, atau mengetahui semua. Sebelum over thinking mengambil alih kemampuan kontrol diri untuk berpikir lebih sederhana dan kontrol diri terhadap hasutan-hasutan.

Bisa jadi betul apa kata banyak orang: mereka yang mengetahui dan mengalami lebih banyak akan cenderung memilih diam. Sebab resiko dari penanggungan pengetahuan yang terus bertambah ini membuat segela situasi menjadi lebih sulit. Namun, alangkah pemberaninya jika mereka mampu memilih untuk melewati masa sulit ini karena mereka sadar ada keadilan yang perlu dibela, meski tidak menghasilkan perubahan besar-besaran.

Sebab katanya, hidup memang tentang pengetahuan yang terus bertambah, demikian dengan kesulitan-kesulitan. 
Selamat menjalani tahun 2017!

صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد - صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Catatan KKN di Jikotamo, Pulau Obi

Drama India dan Imajinasi Tentang Ibu Mertua

Remaja Perempuan dan Organisasi Desa: Cerita dari RW 55 Krapyak