Senin, 20 Juni 2016

Bangun Pagi Mengejar Selamat Pagi #10thnKH


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
poster Selamat Pagi Vol. 8

Mengawali pagi dengan segelas fermentasi teh, saya menikmati ngobrol bareng teman lama di seberang sungai sederhana. Semakin tinggi mataharinya, semakin ramai remaja aneka usia, termasuk yang kadaluarsa, duduk di atas tanah, di atas dipan gantung, di pinggir tangga, maupun di atas teras luar kantor. Soto, gudeg, es buah, kerajinan tangan, totebag perlawanan, kaos sablonan hits, hingga tahu tuna dalam kemungilan stand kayu di atas selokan aliran air berjajar rajin sejak pukul 7. Hingga suara MC terdengar, berlanjut dengan hingar bingar musik dimainkan langsung sama pemainnya, gak kerasa ternyata ini sudah masuk pada hitungan ke-sembilan. Selamat Pagi Volume 9.


Zohan Ely dan Johan Kancvt ngemural papan selfie

Biasanya di hari minggu, saya tidak pernah bangun pagi. Apalagi di akhir bulan jelas tidak berduit. Tapi beberapa waktu belakangan ini, saya bangun pagi. Saya mengejar Selamat Pagi. Ruang terbuka untuk saling berinteraksi antarkomunitas, antarusia, dan antargagasan, bersama ruang wirausaha kecil tapi terus hidup, dan ruang ekspresi bermusik pemusik asik Jogja dan sekitarnya. Ruang pamer karya seni rupa yang intim, seperti instalasi bambu sederhana penyaring sampah di sungai oleh Marten Bayuaji. Ruang untuk melepas penat dengan melihat kepenatan dengan cara lain. 

Selamat Pagi yang dihelat dua bulan sekali, sekarang sudah menua seiring dengan semakin ramai para penikmatnya. Mulai dari tari tradisional; tari badui, hingga jamming bareng Momo Captain Jack ada di sini. Aneka barang dan makanan juga ada. Dongeng anak pun ada! Selamat Pagi makin mengukuhkan eksistensinya sebagai gagasan wisata alternatif di hari minggu.

instalasi bambu oleh Marten Bayuaji

Bersama tuanya Yayasan Kampung Halaman yang ke-sepuluh tahun, di waktu ke-sembilan ini juga diluncurkan mini album dari Laboratorium Bunyi Remaja - LaBunyi. Dengan cover apik garapan seniman muda idola remaja Gilang Nuari, LaBunyi yang berusia 1 tahun dengan catatan proses renyah tentang ‘bermusik ternyata gak sekedar main musik’. Potong tumpeng bersama Mbah Putri Jasman, salah seorang tetua di Kampung RW 55 Krapyak Wedomartani dan Bu Ning sang Bu RW. Syukurannya juga untuk peluncuran website baru yang jadi ruang pamer digital karya anak muda; www.berisik.id. Banyak doa tertambat pagi itu disaksikan sawah tetangga sebelah.

ilustrasi untuk cover LaBunyi oleh Gilang Nuari


Dari yang ke-lima, ke-tujuh, ke-delapan, dan ke-sembilan ini, saya simak tentang Selamat Pagi yang betul-betul menjadi ruang publik hangat, baik untuk pengunjung maupun tim penyelenggaranya. Berawal dari kecil saja, privat, hingga terus menggerayangi rasa penasaran untuk terus datang. Youth Coop yang menaungi Selamat Pagi, juga terus berupaya menjadikan SP sebagai ruang ekonomi mikro yang mendukung wirausaha remaja kedepannya. 

Dari pelapak, pengunjung biasa, nyambi panitia hingga jadi MC, menjadikan diri saya bangga bisa memetik banyak faedah dan menikmati kejutan-kejutan dari satu Selamat Pagi ke seterusnya. Termasuk senang bisa menemani Zohan Ely, Rjan Kocang, dan Marten Bayuaji yang ngemural sewengi suntuk tekan subuh untuk LaBunyi.

karya Choirul Anwar untuk pameran Sungai Kelanduan 
di Selamat Pagi Vol. 3



salah satu pengisi lapak dengan jajannannya yang endes


Akhirus salam, selamat merayakan tahun ke-sepuluh Yayasan Kampung Halaman dengan terus percaya bahwa remaja dimanapun mereka berada, memiliki potensi yang mampu membangun lingkungan dan bangsanya. Selamat Pagi!

suasana hangat di Selamat Pagi Vol 5

suasana Selamat Pagi Volume 7

صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد - صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

0 komentar:

Posting Komentar