Minggu, 06 Desember 2015

Hasrat Ingin Main FTV Meninggi


gambar dari google

Setelah seharian tidur dan menolak nasi ampera, malam ini bingung buang energi kemana. Biasanya jam-jam satu dini hari ada di forum. Di sela-sela tidur, mondar-mandir dari twitter ke instagram mengorek-orek hidup orang lain (stalking -red). Upaya produktif yang semu semata.

Sebelum hape android saya pergi dan tak kembali (terbaru saya pinjam hape kawan), saya tergabung dalam berbagai grup di Line, BBM, dan whatsapp. Grup-grup itu mulai dari yang saya bikin sampai dibikinkan kawan. Dari yang ada endapan ratusan chat sampai kosong mlompong. Dari yang anggotanya orang penting sampai hanya ada diri saya sendiri.

Dari sekian banyak grup, saya hanya menjadi silent reader. Sesekali saat butuh bantuan saja saya posting. Demikian dengan chat personal dari kawan yang saya perlakukan sama. Diread aja. Gak berminat balas kalau gak butuh. Gak berminat chat duluan kalau gak butuh.

Padahal ngetwit, post ig, nyetatus line, jawab ask fm, setatus google plus dan like facebook gak pernah berhenti. Di samping itu saya menaruh beberapa tulisan agak panjang di blogspot, tumblr, dan status + note facebook. Tulisan-tulisan yang selalu saya anggap bagus (bera sekebon) padahal pret. Kalau ada yang mengirimkan komentar di postingan di platform tsb, selalu saya abaikan. Tidak saya balas juga.

Dari situ akhirnya saya berdoa kepada Tuhan setelah putus asa jadi selebtwit lalu diberikan jawaban (ini karangan aja biar dikira relijius): saya ini haus perhatian tapi terlalu egois untuk berinteraksi.

Itulah kenapa saya dipegat mantan.....
...
...
...
...
...

Ora ding. Baper.
Mosok sedikit-sedikit nyalahin mantan.

Alkisah gitu deh, judul dan isi gak nyambung. Demikian ditemani penghangat wc kamar hotel, saya akan mencoba menghargai interaksi yang menjadi berkah Illahi ini. Kapan lagi kan ya diajak ngomong beneran sama orang, biasa ngomong sama kasur.

Pekanbaru, 6 Desember 2015

0 komentar:

Posting Komentar