TV KAGEM dan Mengintip Desa Sardonoharjo


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

gambar sawah di Desa Sardonoharjo

hai pemuda!

mumpung masih dalam semangat 'ayo bangkit pemuda, jangan cuma protes dan menikmati kenakalan remaja saja!', saya mau ikut-ikutan menjelma menjadi pemuda harapan bangsa juga. bukan, bukan dalam rangka protes. apalah saya ini, cuma kelas menengah ngehe yang terpinggirkan. saya cuma ingin menengok ke belakang ketika saya masih berproses di Rumah Belajar Kreatif KAGEM sebagai relawannya sejak 2012 silam.



apa itu KAGEM bisa dicek di Company Profilenya di sini. 
produksi tahun 2013. editor utama Garil.



ini Company Profile KAGEM tahun 2012.
sutradara dan editor Tibyan.



sudah nonton CP-nya KAGEM? nah, lebih detailnya pada tahun 2013, KAGEM memutuskan untuk menambah satu divisi baru yakni divisi Media. kegiatannya adalah mencoba merintis semangat bermedia komunitas melalui televisi komunitas. televisi komunitas ini bernama TV KAGEM. konsep yang ditawarkan oleh medkom ini adalah membuat konten video dari, oleh dan untuk warga di lokasi medkom berada. tayangan yang diproduksi akan menjadi alternatif dari tayangan media arus utama yang tidak berasal dari akar rumput.



ini tayangan pertama dari TV KAGEM.
kontennya adalah perkenalan singkat tentang Desa Sardonoharjo.

basis dari televisi komunitas ini adalah upaya memperkenalkan warga di sekitar lokasi medkom dalam hal ini tingkat desa, terhadap manfaat dari bermedia komunitas, salah satunya mempromosikan potensi desa tersebut. TV KAGEM berlokasi di Desa Sardonoharjo, Sleman, Jogja. bersama warga Desa Sardonoharjo, setiap konten yang sudah selesai diproduksi akan ditayangkan melalui mekanisme layar tancep sambil menikmati kacang rebus.

liptan ketika kedatangan Bupati Sleman Sri Purnomo tahun 2013.
kameraman Tibyan.

Berbicara mengenai Desa Sardonoharjo, desa ini berada di tengah-tengah lajur Jalan Kaliurang, yaitu jalan yang membelah Yogyakarta bagian Barat dan Timur. Desa ini terletak antara Jalan Kaliurang KM 8 sampai Jalan Kaliurang KM 13. Jika anda menyusuri jalan pembelah Yogyakarta ini dari bawah, anda akan menemukan Kantor Kepala Desa ini di sebelah kiri jalan Kaliurang KM 10. Sekitar 30 menit dari pusat kabupaten Sleman. Desa ini berbatasan dengan Desa Umbul Martani di sebelah utara, Desa Sinduharjo sebelah selatan dan timur, serta Desa Donoharjo di sebelah barat. 


Desa dengan luas hampir 900 hektar ini didominasi oleh tanah basah. Hampir ¾ dari seluruh luas desa adalah sawah dan ladang. Jadi jangan aneh jika anda berkunjung ke desa ini, disisi-sisi jalan penglihatan anda akan didominasi oleh warna hijau dari daun dan rumput. Jalannya tidak selebar jalan raya, namun cukup panjang untuk disusuri. Berkeliling desa ini tidak akan cukup hanya dengan waktu 100 menit. Jalan desa yang bercabang-cabang membutuhkan lebih dari sekali berkeliling untuk mengingatnya.



tayangan tentang JAMPERSAL dengan bidan desa tahun 2013.
sutradara saya.
kameraman Anggara Ari.



tayangan tentang Dasawisma Dukuh Jetis Baran tahun 2013.
sutradara Khalimatu Nisa.


sekilas Desa Sardonohajo saya kutip dari tulisannya Dewi, salah satu kru TV KAGEM generasi terbaru. dua video di atas adalah tayangan perdana yang diputar perdana pula berlayar tancep-an di rumah Pak Dukuh Jetis Baran. waktu itu rasanya senang juga melihat warga senang cerita kesehariannya dapat ditonton bersama keluarga. lalu di tahun berikutnya kami mencoba mengemas tayangan dengan cara yang berbeda, yakni ada dramanya gitu. kami mencoba mengangkat prestasi Kumpulan Pemuda Dukuh Dayakan yang aktif berkegiatan mendukung kemajuan desa.



tayangan tentang organisasi pemuda Dukuh Dayakan tahun 2014.
kameraman Noor Kholis dkk. editor Noor Kholis.


oya, di tahun 2013, para kru mengajarkan asyiknya membuat video sendiri kepada adik-adik yang mengikuti kelas belajar bersama di KAGEM (program divisi pendidikan) menggunakan kamera handphone. mereka sendiri yang menjadi pemain maupun scriptwritternya. pembuatan video memang sederhana namun bermakna mereka mampu menggambarkan dengan baik potensi alam di desa mereka di video ini. tidak muluk-muluk, dimulai dari hal yang dekat dengan mereka. ketika proses produksi pun para kru ikut menikmati 'jeburan' bersama adik-adik.



judul Bar Dolanan Jeburan produksi tahun 2013.
sutradara Ika Wahyuni.
kameraman Garil.
handphone milik Lulung.


di tahun 2014, kru sempat membuat tayangan di Desa Rappoa, Sulawesi Selatan tentang transparansi dan akuntabilitas keuangan desa bekerja sama dengan ACCESS dan USAID. tayangan ini sebagai video pembelajaran kepada desa-desa di Indonesia jelang turunnya Dana Desa melalui UU Desa. video transparansi keuangan desa ini juga diproduksi di Desa Labbo, Sulawesi Selatan dan di Sumbawa.

selain itu kru juga sempat mencoba memproduksi film pendek fiksi dengan tokoh utama Dik Zibri dari SD Candirejo, Sardonoharjo. film ini bercerita tentang niat tolong menolong yang sederhana berlokasi di sekitaran desa. lalu saya dan Tibyan pernah iseng untuk membuat video promosi kegiatan Bank Sampah bersama adik-adik peserta kelas belajar bersama KAGEM. 



tayangan tentang transparansi dan akuntabilitas keuangan Desa Rappoa.
sutradara Khalimatu Nisa dkk tahun 2014.



film pendek berjudul Hadiah Tanpa Isyarat produksi 2013.
sutradara Anggara Ari.
kameraman Lulung dkk.
editor saya.



video promosi kegiatan Bank Sampah KAGEM tahun 2014.
kameraman dan editor Tibyan.


lalu produksi terbaru adalah tahun 2015. tahun ini kru dikoordinatori oleh saya. ada Dewi, Erwan, Eni, Alif dan Fathur. ini tahun dimana saya terakhir berproses di KAGEM. tayangan yang disutradarai oleh Dewi bercerita tentang Ibu Wiji yang terus mempertahankan usaha pembuatan kue tradisional Sagon. saat itu kru mencoba mengangkat kemandirian warga desa sekaligus ingin mempromosikan usaha mandiri warga Desa Sardonoharjo. kami memutuskan untuk mengangkat Sagon melalui video edukatif agar dapat dinikmati bersama.



tayangan tentang kue tradisional SAGON tahun 2015.
sutradara Dewi.
editor Erwan.


sebenarnya masih banyak yang dapat diangkat dan diliput dari Desa Sardonoharjo. sebab desa yang berada di area rural-urban kabupaten Sleman ini memiliki beragam potensi. namun, saya memilih untuk undur diri dari kru TV KAGEM agar regenerasi tetap terus berlanjut. menyenangkan sekali diberi kesempatan untuk mengenal Desa Sardonoharjo lebih dekat dan mengabadikannya melalui video. perasaan senang melihat warga senang ketika pemutaran melalui layar tancep maupun kepanikan ketika proses editing dan produksi adalah hal-hal terbaik yang pernah saya alami.

berkomunitas dan bermedia komunitas adalah salah satu pilihan yang bisa kamu lakukan sebagai pemuda di daerahmu, tanpa perlu pergi melihat tempat-tempat yang sangat jauh. bermedia komunitas mengajakmu untuk mampu menggali potensi lingkungan di sekitarmu serta menjadikannya kekuatan bagi komunitasmu untuk bergerak maju. 

nah, tertarik bermedia komunitas seperti yang kami lakukan 
di Desa Sardonoharjo?

Selamat Sumpah Pemuda!

صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد - صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

Komentar

  1. waaahhh keren keceh mbak dulu sempat SMA dolanku runu mbak hahaha SMA saya donoharjo mbak hehehe

    BalasHapus
  2. Just desire to say your article is as astounding. The clarity in your post is simply cool and i could assume you are an expert on this subject.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Catatan KKN di Jikotamo, Pulau Obi

Drama India dan Imajinasi Tentang Ibu Mertua

Remaja Perempuan dan Organisasi Desa: Cerita dari RW 55 Krapyak