Jumat, 24 Juli 2015

22 Tahun dan Hal-hal (Material) yang Hilang

gambar dari twitter

Beberapa waktu belakangan ini saya sering depresi ketika memikirkan uang. Saya habis kehilangan uang dengan nominal hasil menguras keringat saya selama ini. Saya butuh membeli beberapa barang, salah satunya sepatu. Saya tidak bisa membeli sepatu tersebut. Saya juga harus membayar hutang kepada beberapa orang dan harus menundanya. Saya juga menunda pembayaran iuran di beberapa tempat dan tidak membalas sms beberapa orang karena tidak sanggup beli pulsa pada saat itu juga. 

Saya tidak bisa meminta ke orang tua untuk memberi saya uang lebih dari jatah yang sudah diberikan. Dagangan saya pun belum laku, jauh dari kata dapat untung. Saya tahu saya seharusnya lebih berhemat. Tapi saya merasa penghematan macam mana lagi yang harus saya lakukan? Saya bahkan sudah cukup menjadi asosial karena berhemat uang untuk beli bensin dan uang untuk nongkrong. Di sisi lain saya harus bersedekah karena saya harus belajar untuk peduli terhadap orang yang lebih membutuhkan bantuan saya. Saya tertekan dan menjadi emosional.

Besok saya sudah berusia 22 tahun. 
Yakinkah saya mau memulai tahun ke 22 saya hidup dengan depresi karena masalah keuangan yang saya hadapi? 

Beberapa waktu lalu sebelum lebaran saya mengunjungi Om saya. Beliau adalah pembina di komunitas saya waktu SMA. Beliau bertanya, "apa yang sudah kamu lakukan di Jogja fat?". Sudah berapa buku yang sudah saya baca (kecuali novel)? Sudah berapa penelitian dosen atau proyek penelitian yang sudah saya ikuti? Sudah berapa tulisan dan karya yang saya buat? Apa kegiatan komunitas atau volunteering acara apa yang saya geluti? Apa kegiatan kampus yang saya geluti? Sudah berapa kegiatan bermanfaat yang saya lakukan? Saya terdiam lalu nyengir malu karena tidak bisa menjawab apapun.

Ternyata saya telah kehilangan banyak waktu untuk berbuat banyak hal.

Beberapa waktu belakangan saya mulai dipertemukan dengan teman-teman saya. Teman seangkatan di jurusan, teman volunteering di LSM, teman KKN, teman SMA, teman organisasi, bahkan teman buzzer gak jelas di twitter. Oya, juga ketika bertemu saudara-saudara. Ketika ngobrol dengan mereka, saya tiba-tiba seperti dipukul palu besar, "Kemana saja kamu selama ini? Kenapa kamu baru bisa bertemu kami sekarang?". Apalagi untuk kasus teman seangkatan yang sudah pendadaran. 

Saya telah kehilangan banyak teman.

Ini belum termasuk ketika bertemu dengan seseorang yang mengajak saya mendiskusikan buku, tokoh, pemikiran, aspirasi yang membuat saya plonga-plongo karena saya tidak tahu bahwa ada ilmu-ilmu yang sangat banyak yang belum saya baca, pelajari dan pahami.

Saya telah kehilangan banyak pengetahuan.

Saya tiba-tiba kehilangan ingatan saya mengenai apa-apa yang sudah saya lakukan beberapa tahun belakangan. Ketika ingat, saya sadar bahwa saya telah kehilangan banyak hal. Tentunya salah satu sebabnya adalah karena saya tidak pernah melakukan hal apapun.

Lalu masihkah soal uang ini akan menjadi pembuka 
di usia saya ke 22 tahun yang sudah terlambat untuk melakukan apapun?

Setidaknya saya akan tetap berjualan, update ini-itu di media sosial online saya yang semakin hari semakin nambah jumlah akunnya, sembari mati-matian tidak meminta Tuhan untuk mengganti apa-apa yang hilang dari hidup saya selama hampir 22 tahun ini. Biar saja saya bersedih dan terpuruk karena hal-hal yang hilang.

Kemudian saya sadar bahwa semakin usia saya bertambah, saya akan semakin banyak merasakan kehilangan. Saya harus belajar menikmati kehilangan dan tidak menghilangkan milik orang lain.


(kiri ke kanan: adik, kakak, aku)

Besok, 
selamat berusia 22 tahun!
--

Jogja, 24 Juli 2015

2 komentar:

  1. Fata sayaaang...fata yg sy kenal adalah pribadi yg periang&banyak cerita yg seruseru. Itulah yg sy slalu rindu. Tetaplah mencintai dirimu yg apa adanya&bermanfaat bagi orang lain ya. Itulah yg sy suka. Apapunyg terjadi di hari ini&kmarin meniadi bekal untuk hari nanti. Nikmatilah. Selamat berusia 22 ya. Semoga hari2 ke depan lebih berwarna cerah ceria. Merona :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mbak azzah :''''''))))
      amiiiin.

      semoga mbak sehat selalu :)))

      Hapus