The Judge: Menilik Peran Orang Tua Pada Masa Depan Anak (Review)


The Judge adalah sebuah film drama Amerika 2014 yang disutradarai oleh David Dobkin. Film tersebut dibintangi oleh Robert Downey, Jr., Robert Duvall, Vera Farmiga, Vincent D'Onofrio, Jeremy Strong, Dax Shepard, dan Billy Bob Thornton.

Judul dan poster film yang disutradarai oleh David Dobkin ini, terlihat tidak menarik. 
Isu yang diangkat pun klasik. Lalu, kenapa saya bisa jatuh cinta dengan film ini?


poster film the judge
The Judge bercerita tentang Hank Palmer seorang lawyer tampan, sukses, kaya raya, dengan istri cantik & seksi (ini digambarkan dengan baik di film). Sebagai pengacara ia kerap membela para koruptor. Suatu saat ia harus pulang untuk menghadiri pemakaman ibunya. Kepulangan yang berat karena ia harus bertemu dengan ayahnya, Joseph Palmer.

Anak berat bertemu orang tua?
Ya!

saat Hank membela Joseph di pengadilan

Joseph Palmer adalah sesosok hakim terkenal yang tegas, diktaktor, banyak mulut, dan penuh gengsi.  Joseph membunuh tetangganya yang mengejek kematian istrinya. sebenarnya cerita utama selesai sampai di sana. tapi cerita sisipannya lebih menarik, sehingga membuat saya lupa bahwa saya penasaran siapa yang sesungguhnya membunuh.
 
saat Joseph bersikukuh untuk jujur dan walkout dari mobil di tengah perjalanan pulang

"Ayah mau bercerai dengan ibu ya?"
"Bagaimana kau tahu?"
"Ayah sudah tidak memakai cincin kawin lagi di jari ayah."

dialog di atas adalah dialog Hank dan putrinya yang berusia 8 tahun. Perceraian yang berusaha disembunyikan Hank di depan saudaranya agar hidupnya tetap terlihat sempurna. Tetapi semuanya dibeberkan oleh Joseph ketika ia adu mulut dengan Hank di depan saudara-saudaranya.
"Kau adalah pecundang! Bahkan pernikahanmu sendiri tak bisa kau pertahankan. Ibumu selalu cerita tentang perceraianmu! Urus hidupmu sendiri sana!" ujar si hakim pada anaknya.

Joseph benar-benar jujur telah membunuh demi mempertahankan integritasnya meski ia sebenarnya sedang sakit kanker.

Emosi saya terkuras habis selama menonton film ini, terutama pada klimaks film. Hank dan ayahnya adu mulut tentang kegagalan masing-masing pihak sebagai anak dan orang tua.

Berakhir dengan si ayah tetap tidak merasa salah atas pola asuh yang ia terapkan pada anak-anaknya.

saat Hank menurunkan egonya demi membantu ayahnya dengan menjadi pengacara ayahnya secara gratis.

Selain itu alur film membawa kita pada fakta-fakta menyedihkan hingga akhirnya film ini benar-benar menunjukkan bahwa keluarga Joseph sudah hancur. Bagaimana Glen abang Hank bisa menjadi cacat, dan Dale adik dari Hank mampu mengemukakan penyakit ayahnya melalui film yang selalu ia rekam (padahal ia diremehkan karena autis)

Film ini menurut saya mengerikan dan harus menjadi referensi orang tua dalam mendidik anaknya. Bagaimanapun orang tua adalah tempat berpulang. Tetapi bagaimana jika orang tua justru memperolokmu ketika kamu jatuh? Sejauh apa sih orang tua tahu tentang kita?

tidak hanya sekali Joseph meremehkan Hank di dalam film ini

Saya belajar banyak soal kecintaan anak pada orang tua melalui film ini. Melalui tangis Hank saat ayahnya benar-benar berkeras untuk jujur bahwa ia membunuh dan kemudian dipenjara. Lalu bukti takluknya ego orang tua pada anak karena usia yang menua melalui permintaan maaf Joseph pada Hank sesaat sebelum Joseph meninggal di kapal.
 
Saya akui kemampuan scriptwriter dan sutradara dalam memvisualisasikan simbol dalam The Judge adalah luar biasa! Bahwa pada akhirnya Hank tetap merupakan cerminan Joseph hingga kapanpun, terbukti hanya Hank yang meneruskan karir hukum Joseph.


Anak adalah satu-satunya pegangan orang tua ketika mereka benar-benar menua.
Bagaimana caranya agar mereka mau menjadi pegangan kita kelak?

Komentar

  1. bagus banget artikelnya...menginspirasi diriku agar nanti ketika besar menjadi orangtua yang bisa mendidik anak dengan baik dan benar.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Catatan KKN di Jikotamo, Pulau Obi

Drama India dan Imajinasi Tentang Ibu Mertua

Remaja Perempuan dan Organisasi Desa: Cerita dari RW 55 Krapyak