Review Drama Korea The Master’s Sun


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Judul : The Master’s Sun
Durasi : 60 menit
Episode : 17 episode
Genre : horror, drama, komedi
Asal : Korea

Sinopsis
Joo Jong Won adalah CEO mall terkemuka di Seoul, Kingdom Mall. Ia tidak percaya pada hal-hal mistis seperti roh gentayangan. Jong Won hidup dengan sikap congkak terhadap apapun dan siapapun, bertemu dengan Tae Gong Shil. Sejak awal bertemu, merasa ada yang aneh dengan Gong Shil.
Awalnya Jong Won menampik fakta bahwa Gong Shil dapat melihat arwah orang mati. Hingga pada suatu hari Gong Shil mendapati keberadaan Cha Hae Jo, mantan kekasihnya yang telah 15 tahun meninggal, ternyata selama ini selalu mengikutinya. Sejak saat itu Jong Won menjadi sering terlibat bersama Gong Shil untuk menyelesaikan permintaan dari para arwah yang datang untuk meminta bantuan agar segala perkara yang membuat mereka belum ikhlas meninggalkan dunia. Jong Won sendiri memiliki kemampuan sebagai perisai arwah bagi Gong Shil. Ketika Gong Shil menyentuh Jong Won, maka arwah gentayangan yang menyeramkan akan hilang.

Joo Jong Won

Tae Gong Shil

Komentar
Drama korea ini tidak dihiasi dengan laki-laki ganteng ala boyband atau perempuan cantik ala girlband korea. Meski demikian, drama ini mampu memikat saya untuk menontonnya hingga akhir. Kemampuan script writer dan sutradara dalam merangkai cerita per cerita dan adegan per adegan tergolong halus dan DOP-nya tidak mengecewakan. Cerita yang diangkat juga tidak muluk seperti dongeng Cinderella pada drama korea The Heirs.

arwah Cha Hae Jo mengikuti kembarannya

Selain itu kelebihan dari drama korea ini adalah mengangkat berbagai isu yang selama ini mungkin kita anggap sepele. Isu tersebut antara lain yakni tentang ketidakharmonisan dalam rumah tangga, child abuse, hak sebagai transgender, kekerasan dalam lingkungan militer, animal abuse, persaingan bisnis, hingga koreksi ulang terhadap konstruksi kecantikan.

hantu yang mengajak untuk terus menjadi cantik

Isu tentang transgender diolah dalam episode ke 11. Bercerita tentang pemilik perusahaan besar di Korea diisukan meninggal di tangan kekasih gelapnya. Ternyata, kekasih yang coba ditutupi adalah diri direktur itu sendiri. Direktur berusaha menyembunyikan jati dirinya yang selama ini gemar berdandan dan memiliki kepribadian sebagai perempuan, untuk menyelamatkan keluarga dan perusahaan yang telah dirintisnya sejak awal.

Pada awal episode, diceritakan tentang arwah seorang nenek yang gentayangan dan mengganggu ruangan apartemen di gedung tempat Gong Shil tinggal. Ternyata nenek tersebut ingin meminta Gong Shil agar memberitahukan kepada anak-anaknya tentang uang yang selama ini beliau tabung. Harapannya agar dengan uang tersebut, segala hutang dari judi yang dilakukan anaknya bisa diselesaikan. Ternyata ketika uang tabungan tersebut diserahkan Gong Shil kepada ketiga anak nenek tersebut, mereka malah bertengkar tentang pembagian uang. Esoknya, anak lelakinya malah menggunakan uang tersebut untuk kembali berjudi.

Potret nyata yang tidak bisa dipungkiri di kehidupan sehari-hari kita.

Tae Ri Yung
teman SMA Gong Shil yang menjadi artis

Kang Wo
teman sekantor Gong Shil

Adapun kekurangan drama ini adalah ending yang tidak sesuai harapan saya, hahahhaha. Iya sih, saya bukan script writernya, jadi kudu legowo menerima ending yang menggantung. Begitupun dengan kemampuan aneh yang dimiliki Jong Won, menurut saya tidak realistis karena mana ada kemampuan begitu di dunia nyata. Kalau kemampuan bisa melihat arwah itu banyak yang punya, apalagi di Indonesia. Tapi namanya juga drama, hehehe. Bagi yang menyukai drama percintaan yang banyak adegan ciuman, akan kecewa melihat drama ini. Sebab, apa yang disukai tidak muncul di drama ini hehehe.


Saya jarang nonton drama korea, karena shiro-kun, notebook saya terlalu kuno untuk resolusi videoklip, drama atau film jaman sekarang. Jadi, kalau review ini dirasa terlalu berlebihan, mohon dimaklumi.

صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد - صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Catatan KKN di Jikotamo, Pulau Obi

Drama India dan Imajinasi Tentang Ibu Mertua

Remaja Perempuan dan Organisasi Desa: Cerita dari RW 55 Krapyak