Mohon Bantuan untuk TK Pertiwi Dusun Cengis, Kabupaten Pemalang

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillaah...
Postingan pertama di tahun 2013!
http://www.emocutez.com

Tepat tanggal 31 Januari 2013 lalu aku selesai bergabung dengan Tim Penelitian Lapangan (TPL) ke Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Sejak tanggal 19 Januari 2013 aku ditempatkan di Dusun Cengis, Desa Simpur. Selama hampir 12 hari aku melakukan pengumpulan data melalui observasi yang bertemakan Pendidikan. Salah satu obyek penelitian saya adalah TK PERTIWI, satu-satunya TK di Dusun Simpur yang berdiri sejak tahun 2007Didirikan oleh Bu Dewi (Lulusan FKTK Veteran Pemalang), TK PERTIWI saat ini memiliki 16 murid aktif. Alamat TK PERTIWI adalah RT 011/RW 01 Dusun Cengis, Desa Simpur, alias dekat rumah Kepala Desa terpilih 2013.

Biaya pendaftaran per murid Rp 5.000 dan biaya SPP Rp 15.000/bulan. Untuk biaya pembelian seragam dan peralatan sekolah dalam keranjang, orang tua murid mencicil dalam satu atau bertahun-tahun. Sehingga Bu Dewi dalam membeli segala sesuatu tuk murid-murid berhutang dengan tokonya atau membiayai dengan uang sendiri. http://www.emocutez.com TK PERTIWI memiliki 3 guru. Hanya Bu Dewi yang merupakan lulusan FKTK, 2 guru lainnya adalah warga setempat yakni Bu Yuli dan Bu Fatimah (istri Kepala Desa Simpur terpilih 2013). Ketiga guru ini tidak dibayar gaji sebab selain memang guru TK tidak dibayar dari pusat, juga karena biaya masuk dan SPP murid hanya cukup untuk membiayai kebutuhan murid. Namun jika ada kelebihan uang dari SPP, yakni 2000-5000 rupiah maka akan dibagi bertiga. http://www.emocutez.com

Di bawah ini adalah foto kondisi dari TK PERTIWI Dusun Cengis. Postingan ini sengaja dibuat untuk menggalang dana bagi TK ini. TK PERTIWI masih membutuhkan APE (Alat Permainan Edukasi) seperti Jungkat-jungkit, Ayunan dan bantuan lainnya. Jika hati anda tergerak tuk membantu, bisa hubungi saya di 083840783160http://www.emocutez.com



Tampak depan (agak samping) gedung TK
Keranjang peralatan sekolah, isi: buku garis, buku tulis garis 3, buku kotak-kotak besar, lem, malampet, kerokan pensil, pensil, penghapus, kertas origami, buku gambar, majalah KARTIKA, kerayon.

Keranjang dikumpulkan jadi satu di rak agar rapi

Daftar harga peralatan sekolah dirinci
Hiasan dinding TK

Olahraga bermain "engklek" di depan sekolah. Olahraga secara sederhana dengan halaman seadanya. Tapi tak menyurutkan semangat murid tuk olahraga.
Papan nama TK dibuat oleh KKN UNSOED

Bu Dewi menulis di papan tulis dari triplek dicat


Belajar mengenal huruf hijaiyah
Sebelum pelajaran, sebelum istirahat, sebelum pulang kumpul dulu. Sesi kreatifitas bernyanyi sekaligus belajar berdoa, berhitung dan mengenal bahasa Inggris.
Alat peraga sederhana dalam lemari di ruang guru TK.
Suasana belajar di kelas menggunakan meja kayu beralaskan bukan karpet, tapi alas biasa.


Tetap semangat belajar dibantu Bu Yuli.
Bermain dalam kelas dengan mainan seadanya karena tidak ada permainan lain di luar.


Foto beberapa murid menggunakan seragam olah raga.


Ada tukang kredit barang rumah tangga yang setia menunggu ibu-ibu wali murid tuk bayar kredit.
 Anak-anak yang tidak sekolah memandangi dalam TK. Tidak semua orang tua memiliki kesadaran tuk memasukkan anaknya ke TK. Biaya Rp 15.000 per bulan kerap dianggap mahal.

Kaca jendela pecah di ruang kelas.
Pembatas kelas hanya dari kayu.

Ruang kelas yang tidak terpakai karena setiap anak sudah bisa membaca dan menulis.


Orang tua murid berkumpul bersama menunggu anaknya di luar.

berbaris dulu sebelum mulai sekolah

guru dan wali murid bercerita bersama saat jam istirahat

Penuh harap,

Komentar

  1. sayang'a aku belum ada rejeki buat membantu dengan materi mba, uang kuliah aja masih nunggak, jadi sekarang aku hanya bisa bantu doa aja ya.

    BalasHapus
  2. Insya Allah saya akan bantu, amin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Catatan KKN di Jikotamo, Pulau Obi

Drama India dan Imajinasi Tentang Ibu Mertua

Remaja Perempuan dan Organisasi Desa: Cerita dari RW 55 Krapyak