source : tumblr
Alhamdulillah yah, bisa posting lagi!
Happy Fasting and Happy Idul Fitri, blogger!
Seorang sahabatku mempertanyakan `apakah beragama harus bertuhan, begitupun sebaliknya, apakah bertuhan harus beragama?` yang hanya bisa aku sambut dengan gelengan kepala, tatapan cengoh sampai ngiler dan ngompol di celana.
Lalu sahabatku yang lain menjawab pertanyaan tersebut dengan gemilang `menurutku, percaya tuhan itu subyektif-individualis, sedangkan agama sebuah lembaga komunal` dan bahkan baru tadi aku tahu arti komunal setelah googling DZIGH!
Mereka berkata sesuai kapasitas mereka, kapasitas para pemikir. Hal serupa terjadi ketika sahabatku yang lain lagi tertawa ketika tahu aku tidak tahu genre band-band. Ia menyebutkan banyak band, tahu genrenya dan hapal liriknya, dan aku lagi-lagi jadi sukarelawan kambing congek.
Atau ketika para wartawan terjebak dengan pemikiran Nazaruddin yang tanpa mereka sadari telah menjatuhkan insting kejurnalisan mereka, karena mereka dengan mudah percaya pada BBM atau Skype –bukan terjun ke lapangan, tembak, DOR! #halah
Karena bosan cuma bisa melongo, aku mengoptimiskan diri dengan berpikir, `ah, aku ini juga pemikir kok!` dengan alibi bahwa aku punya otak yang bisa kuoptimalisasikan dengan berpikir. Tapi hasilnya nihil karena; jika aku benar pemikir dan berotak, maka saat ini kamarku pasti sudah tertata rapi, bersih dan harum layaknya kamar cewek pada umumnya, atau aku tidak perlu menangis ketika aku gak mau ngikutin pelajaran bahasa jerman.
Lalu aku mencoba menurunkan level `sang pemikir` yang sesuai kapasitasku, dengan bangga aku bilang kalau aku pemikir ehm status FB dan tweet twitter. Namun beberapa detik setelahnya, kebanggaanku runtuh gitu aja karena `hey, men! Setiap orang bisa kale kalau cuma nulis status dan tweet. Bahkan orang yang gak perlu mikir waktu nulis status, statusnya di-like puluhan orang!` #JLEB.
Lagipula status dan tweetku gak ada isinya, kosong meski udah dipikir mati-matian pas nulis, dan ngebuat aku gelagapan sendiri; jangan-jangan aku gak punya otak?!
Akhirnya sebelum putus asa, aku menempatkan diriku pada Aku Adalah Pemikir Yang Mikir Bahwa Mereka Adalah Pemikir. Nah, ruwet kan? Sama seperti otakku yang ikutan ruwet karena nurutin hati terus merengek iri melihat mereka yang keren sekali sebagai pemikir. Yah, Indonesia patut bangga dengan para pemikir muda yang ia miliki dan jangan sampai para pemikir ini menjadi boomerang bagi Ibu Pertiwi karena mereka kandidat perusak nomor satu dari dalam.
semoga kalian berkunjung kembali ~♥









Haha, pemikir status dan tweet :D
BalasHapusMbak Fata kan jg pemikir postingan blog.
*masih mikir nih
BalasHapusmau nulis komen apa, terlalu banyak pemikiran
Selamat idul fitri aja deh, heheh
Saya juga pemikir kok, meskipun kamar saya sering berantakan.
BalasHapusjadi pemikir itu berat loh, kepala kalau udah kebanyakan pikiran bisa bikin kerjaan jadi berantakan.
Oh, iya menambahhkan,, berpikir ada tiga. Berpikir positif, negatif dan naif.,. silahkan mw piliha yang mana.
ckckckck... obrolannya berat nii ;(
BalasHapusbegaya jadi pemikir* mode on... :(
tambahan deh, kamu juga adalah pemikir yang mikir kl kamu itu pemikir atau bukan. buehehehe. mencari sesuatu yang sudah jelas :D
BalasHapusoya, setauku agama itu diciptakan oleh manusia. CMIIW.
Semua orang adalah sang pemikir, yang membedakan adalah, apa yang dipikirkannya.
BalasHapuskepada anda yang pemikir, coba pikir komentar saya ini layak dipikirkan atau tidak.
BalasHapussaya juga jadi mikir, sebenarnya apa yang saya pikir ??
BalasHapusaku berfikir maka aku ada.,.,. :))
BalasHapuswah,,,pemikir sekalian,,
BalasHapuspenulis lagi galau ya sama pemikir,,
gimana kalo pemikirnya dibagi2 sama kita
jadi nantinya jadi galau,hahaha
hayoo,,bingung g????
Aku Adalah Pemikir Yang Mikir Bahwa Mereka Adalah Pemikir
BalasHapusjiahahahahahahaaaa.... pas mantap neh
hhhmmm mo nulis apa ya di fb ma tuit??
jaaaah mikir lagi
dipikir pikir apakah kamu mikir saka dengan pikiranku atau pikiran kamu beda dengan yang ku pikir? lalu siapa yang mikir apa? mari berpikir
BalasHapusmending tidur dah gua. :D
BalasHapusyep, semoga Pemikirnya membuahkan kedamaian dan kesejahteraan...bukan malah sebaliknya...
BalasHapusnais... ^_^
Aku malah ga tau komunal sampe detik ini O.o
BalasHapusEhhehehehhh,, maka bersyukurlah
Ga selamanya seorng pemikir itu baik,
Gw paling sebbel ma org yg kejaannya terlalu banyak berpikir, dikit2 mikirin resiko, dikit2 mikirin dampak, bla bla bla.. Kapan action nya
Щ(ºДºЩ)
Soo... Ga ush canggung ma org pemikir,
Dia jago mikir, kamu jago nulis :p
#eh apa hubungannya yah.
Ehehheh #plak Aku malah ga tau komunal sampe detik ini O.o
Ehhehehehhh,, maka bersyukurlah
Ga selamanya seorng pemikir itu baik,
Gw paling sebbel ma org yg kejaannya terlalu banyak berpikir, dikit2 mikirin resiko, dikit2 mikirin dampak, bla bla bla.. Kapan action nya
Щ(ºДºЩ)
Soo... Ga ush canggung ma org pemikir,
Dia jago mikir, kamu jago nulis :p
#eh apa hubungannya yah.
Ehehheh #plak
visiting. bagus kok jadi pemikir, kan idealis ;))
BalasHapushttp://meisakurniadewis.blogspot.com
haha.. aku juga jadi mikir.. sebenernya apa yang dipikirkan pemikir ini sewaktu posting.. ;;)
BalasHapusbertamu ke blog ane yak.. baru pindah rumah nih.. masih sepit tamu..
http://sofabukankursi.blogspot.com
salam kenal.. :)