Jumat, 15 September 2017

Bagian dari Diri yang Sulit Dihilangkan

gambar dari tumblr.



Saya baru saja jatuh sakit tepat seminggu lalu (sebenarnya 2 minggu tapi yang seminggu awal tidak begitu parah, hanya salah urat sialan). Selama menjalani bedrest karena drop ter-horror yang pernah saya jalani, ingatan saya mencoba mengajak saya mengenang kembali masa kecil saya. Masa saat saya sering sakit-sakitan. Saat saya berusia 5 hingga 8 tahun karena terlampau sering jatuh sakit, saya tidak memiliki kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak seusia saya. Tubuh saya yang terlalu kurus dan wajah yang terlalu sayu, membuat penampilan saya sangat aneh. Saya juga sangat jarang masuk sekolah. Saya lebih sering mengurung diri di rumah. Saya tumbuh menjadi anak yang selalu cemberut dan menggerutu, seolah hidup adalah kesialan tanpa batas. 

Minggu, 18 Juni 2017

Merayakan Hari-hari Terakhir di Kampus


suasana fakultas paska ditinggal KKN dan pulkam


Saya tidak pernah menghabiskan waktu di kampus lantaran memiliki ikatan emosional yang tidak begitu baik dengan kampus. Namun, karena saya membutuhkan tempat yang tenang, koneksi WiFi lancar, terdapat tanaman hijau, dekat dengan musholla, bisa minum air putih gratis, dengan colokan listrik yang melimpah, akhirnya saya mau tidak mau kembali juga ke kampus (tepatnya ke fakultas). Lagi pula ini hari-hari terakhir saya sebelum saya bertaubat dan memutuskan untuk segera lulus sebelum di-DO. Tidak banyak memang yang bisa diharapkan kepada kampus yang terus mempertinggi biaya mahasiswa untuk menuntut ilmu di dalamnya.

Rabu, 24 Mei 2017

Pencerahan Bermedia Sosial: Literasi Media di Internet


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
gambar dari FancyQuote


Tulisan ini tidak berawal dari mana pun kecuali dari penyesalan diri saya sendiri atas proses bermedia sosial dan penggunaan internet yang tidak sesuai dengan kaidah kepatutan dan kebenaran. Proses tersebut terjadi pada fase awal saya kenal internet yakni melalui SMS, Friendster dan MIRC saat SMP, diikuti dengan MXIT, facebook, blogger, dan BBM saat SMA, dan fase twitter, WhatsApp, Line dan instagram saat kuliah. Sebagai generasi yang akrab dengan internet, saya merasa senang sekaligus gelagapan dengan hilangnya batasan ruang di dunia maya. Pada proses tersebut saya kemudian memanfaatkan media sosial sesuka saya, tanpa mempertimbangkan orang lain.

Jumat, 12 Mei 2017

Menanam adalah Melawan: Surat untuk Y di B


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

gambar dari google

Ada banyak hal yang semula tidak aku ketahui, lalu di waktu ke depan aku mengetahuinya. Ternyata pengetahuan itu mengerikan. Ia memberikan kita akses tidak terbatas kepada kebenaran dan kebohongan, atau ruang abu-abu di antaranya. Maka memang sepantasnya perempuan diputuskan aksesnya terhadap pengetahuan yang biasa kita raih melalui pendidikan, sebab pengetahuan mampu menjadikan kita tuan terhadap keinginan-keinginan dari diri kita. Padahal itu yang ditakuti oleh kultur patriarki, kapitalisme dan feodalisme: perempuan berdaya dengan kakinya sendiri.

This entry was posted in

Jumat, 14 April 2017

Drama India dan Imajinasi Tentang Ibu Mertua


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

gambar dari google

belum lama ini saya menetap di sebuah desa di Pulau Sumatera. saya mencoba menghibur diri di desa dengan menonton drama india di televisi bersama ibu-ibu lainnya di rumah mereka. sebab drama india dengan ratusan episode ini tren terbaru, setelah tren drama turki yang mengalahkan drama-nya sinetron Tukang Bubur Naik Haji. saya pun jadi larut dengan kisah-kisah yang dituturkan drama india sambil sesekali menikmati komentar ibu-ibu terhadap dramanya.