Dia Jodohku Bukan Ya?



Belum lama ini saya mendapatkan pertanyaan, “dia jodohku bukan sih?” dari seorang teman. Ia meminta saya membuka kartu untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang menjebak tsb.

Sebenarnya ada banyak macam jodoh dalam hidup ini. Sayangnya, media mainstream selalu menyempitkan dengan arti orang yang akan kita nikahi. Padahal jodoh bisa untuk urusan karir, pekerjaan, pertemanan, persaudaraan, pembelajaran kehidupan, dan urusan spiritual. Tidak hanya melulu soal asmara.

Lho terus, jodoh itu sebenarnya artinya apa sih?

Share:

Untuk kalian: Terima Kasih Sudah Mampir dan Membaca!

gambar dari google

Apa kabar gaes? Semoga kalian sehat dan bahagia lahir dan batin ya. Hihihi. Pembukaan yang klise? Nggak juga sih, karena saya memang ingin menyapa kalian yang selama ini sudah membaca tulisan-tulisan saya di blog ini. Saya juga ingin berterima kasih kepada kalian yang pernah bahkan kerap membaca tulisan-tulisan saya di blog ini. Terima kasih sudah bersabar membaca tulisan saya yang minim informasi berfaedah. Terima kasih juga sudah bersabar membaca tulisan saya yang SPOK-nya kacau balau hahahaha.
Share:

Menunggu Bertahun-tahun Untuk Bertemu Seseorang

gambar dari google

Selama lebih dari puluhan purnama Rangga harus menunggu agar bisa bertemu dengan Cinta. Pertemuan mereka berdua kemudian mengubah banyak hal dari diri masing-masing. Termasuk mengubah harapan saya terhadap jalan cerita AADC 2 menjadi kepingan debu, karena... tidak sesuai ekspektasi saya hahaha. Namun terlepas dari itu, saya belajar dari perjalanan Rangga dan Cinta di AADC 2 tentang menghargai pertemuan dengan seseorang. Sebab saya pun menunggu...

Saya butuh menunggu hingga 10 tahun untuk bertemu dengan gebetan pertama saya. Itu baru bertemu, belum mengenalnya. Saya butuh bersabar selama 2 tahun hingga bisa mengenalnya. Saya baru bisa mengenalnya saat saya kelas 7 SMP karena kami ternyata satu kelas di satu SMP yang sama. Saya bahkan harus menunggu 2 tahun untuk bisa mengatakan bahwa saya naksir dia, yakni saat kelas 8 SMP.

Proses menunggu ini ternyata tidak berbuah manis. Saya justru mengalami patah hati termengenaskan untuk pertama kalinya. Bagaimana tidak mengenaskan, saya yang sudah bertemu dengannya sejak usia 10 tahun kalah dengan adik tingkat saya yang baru bertemu dengannya pada usia 13 tahun. 

Share:

Tips dan Trik untuk Calon Klien Tarot Reading

gambar dari google

Tarot reading atau pembacaan kartu tarot adalah salah satu sarana yang digemari oleh khalayak ramai untuk menemukan solusi dan jawaban dari permasalahan yang terjadi dalam hidup. There’s no one who life in this world without a problem, right? Sekarang pembaca kartu tarot bisa lebih mudah ditemui di sekitar kita, sehingga tidak ada lagi alasan untuk lari dari masalah atau membiarkan masalah tidak pernah betul-betul selesai. Mulai dari pembaca kartu tarot berusia muda hingga yang sudah berpengalaman membaca tarot selama 15 tahun. Cara membaca tarot pun kini lebih beragam, tidak hanya sekedar untuk meramal masa depan. Cara mendapatkan pembacaan tarot juga kini lebih mudah diakses, bisa melalui chatting, email, maupun bertemu langsung dengan pembaca tarotnya.


Nah, bagi kalian yang belum pernah mengakses pembacaan tarot namun tertarik untuk menemui pembaca tarot, saya punya beberapa tips dan triknya. Yuk, kita mulai!


Share:

Tulisan yang Menyelamatkan Hidupku

gambar dari google

Selamat tahun baru 2018 saudara seper-dumay-an!

How’s your life so far di 2018 ini? Saya menyambut tahun baru kali ini dengan suasana hati yang sangaaaat jauh berbeda dari tahun baru 2017, 2016, 2015 bahkan 2011. Biasanya saya akan memulai ritual menyambut tahun baru dengan merasa sangat bosan di akhir tahun karena merasa hidup saya “begini-begini aja”, tidak berkumpul dengan kerumunan di malam tahun baru karena Jogja dikepung kemacetan, dan mengakhiri dengan bangun kesiangan di awal tahun tanpa ada target apapun yang ingin dicapai dalam 1 tahun ke depan.

Salah satu keluhan awal tahun 2017 saya bisa kalian baca di sini. Baca juga keluhan awal tahun 2016 di sini. Sial, ternyata saya sangat banyak mengeluh ya dan dengan kepedean tingkat tinggi saya unggah di blog ini hahahaha.
Share:

The Book of Life dan Moana: Menghargai Arwah Leluhur (review)

gambar dari google


Hidup di jaman yang berkiblat pada kemajuan teknologi (bayangin aja setiap tahun merek handphone berlomba ngeluarin teknologi terbaru mereka!), mempercayai bahwa arwah leluhur membersamai kita adalah sebuah tindakan radikal. Hal-hal gaib seperti hantu, jin, dan arwah adalah hal-hal mustahil yang bisa dipegang kebenarannya, apalagi bagi kaum postivis dan kaum modernis.

Sesuatu yang mampu ditangkap oleh mata seluruh orang dan mampu dilogikakan, memberikan kemenangan pada mereka yang mengatasnamakan garis lurus sebagai penyelamat perjalanan hidup. Segalanya harus obyektif dan mayoritas. Padahal hal-hal gaib justru menjadi incaran mereka yang sudah jengah dengan hal-hal fana.

Share:

Buku-buku Murah: Godaan dan Ajakan untuk Memajukan Taman Baca

gambar dari tempo.co

Bagi seorang yang lebih gemar membeli buku daripada membaca buku, beberapa waktu belakangan hidup saya diguncang oleh kejadian-kejadian yang berbahaya! Pertama, saya diikuti oleh akun-akun penjual buku online di Instagram (ternyata ada banyak banget penjual buku online!). Kedua, belum lama ini sebuah penerbit besar mengadakan event bazaar buku murah dan event diskon cukup besar beberapa kali dalam satu tahun. Ketiga, teman saya mulai menjual buku-buku fiksi koleksinya dengan harga murah. Keempat, mulai ada beberapa toko buku di kota saya yang menjual buku-buku murah.

Share: